Selasa, 17 Januari 2012

Unsur-unsur sastra



BAB I
PENDAHULUAN

1.1      Latar Belakang
Suatu karya sastra pasti memiliki unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang membangunnya. Unsur unsur ini merupakan unsur yang sangat penting untuk membangun suatu karya sastra. Tanpa adanya kedua unsur ini, karya sastra tersebut bisa dikatakan tidak sempurna.
Unsur intrinsik adalah unsur yang berasal dari dalam untuk membangun sebuah karya sastra yang meliputi: tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa dan amanat dan unsur ekstrinsik adalah unsure yang berasal dari luar, meliputi : latar belakang pengarang, psikologi dan aliran yang di anut penulis.

1.2      Rumusan Masalah
Melihat dari judul makalah ini, maka kita tidak akan lepas di beberapa permasalahan, seperti :
1.     Apakah dalam semua karya sastra terdapat unsur intrinsik dan ekstrinsik ?
2.    Apa sajakah unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik yang ada dalam karya sastra?

1.3      Tujuan Penelitian
Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
1.     Untuk mengetahui unsur-unsur penyusun suatu karya, khususnya cerpen.
2.    Untuk mengetahui hal-hal yang terdapat dalam unsur intrinsik dan ekstrinsik.
1.4      Manfaat Penelitian
1.     Kami dapat mengetahui unsur-unsur penyusun suatu karya, khususnya cerpen.
2.    Kami dapat mengetahui hal-hal yang terdapat dalam unsur intrinsik dan ekstrinsik khususnya cerpen serta penjabarannya.

1.5      Metode
Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini yaitu :
1.     Metode diskusi
Dengan cara membahas masalah ini secara bersama-sama.
2.    Metode Literatur
Dengan cara memecahkan masalah ini dengan bantuan buku serta internet yang menunjang dan erat kaitannya dengan permasalahan.





BAB II
PEMBAHASAN

Semua karya sastra pasti tersusun dari unsur intrinsik dan ekstrinsik. Karena tanpa adanya kedua unsur ini, karya sastra tersebut belum dapat dikatakan sebagai sebuah karya sastra yang sempurna. Unsur-unsur karya sastra meliputi; unsure intrinsik dan ekstrinsik. Dimana unsur ini dapat di bagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
1.  UNSUR INTRINSIK
Merupakan unsure yang membangun suatu karya sastra yang berasal dari dalam, meliputi:
A.  Tema
Merupakan ide pokok suatu karya sastra.
B.  Alur
Merupakan rangkaian kejadian atau peristiwa yang disusun berdasarkan hubungan sebab akibat. Alur dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
·         Alur berdasarkan urutan peristiwa yang terjalin dalam sebab akibat.
a.    Alur maju, yaitu peristwa yang bergerak secara bertahap berdasarkan urutan kronologis.
b.    Alur mundur, yaitu alur yang ada kaitannya dengan peristiwa yang telah terjadi di masa lalu.
c.    Alur campuran, yaitu gabungan dari alur maju dan alur mundur secara bersama-sama.
·          Alur berdasarkan pertumbuhan alur yang melibatkan tokoh cerita
a.    Alur rapat, yaitu alur yang hubungan antara proses dengan konflik sangat rapat.
a.    Alur renggang, yaitu alur yang hubungan antara proses dengan konflik ceritanya renggang.
C.  Latar
Merupakan bagian dari suatu cerita yang meliputi keterangan tempat, waktu, dan suasana.
d.    Latar tempat
Yaitu tempat dimana suatu peristiwa terjadi.
e.    Latar waktu
Yaitu kappa suatu peristiwa tersebut terjadi.
f.    Latar suasana
Yaitu, suasana apa yang tercipta ketika peristiwa tersebut terjadi.

D.  Tokoh dan penokohan.
·         Tokoh
Merupakan individu yang mengalami peristiwa atau berlakuan di dalam berbagai peristiwa dalam sebuah cerita.
a.    Tokoh berdasarkan fungsi tokoh dalam cerita
-      Tokoh sentral, yaitu tokoh yang memegang peran pimpinan dalam suatu cerita.
-      Tokoh bawahan, yaitu tokoh yang tidak sentral kedudukannya tetapi sangat diperlukan untuk mendukung peranan tokoh utama dalam sebuak cerita.
b.    Tokoh berdasarkan sifatnya
-      Tokoh protagonist, yaitu tokoh yang memiliki sifat baik dan mendukung cerita.
-      Tokoh antagonis, yaitu tokoh yang memiliki sifat jahat dam menentang suatu cerita.
-      Tokoh tritagonis, yaitu tokoh pendukung baik antagonis maupun protagonist.

E.  Gaya bahasa
Merupakan bahasa yang digunakan pengarang dalam menulis cerita yang berfungsi untuk menciptakan hubungan antara sesame tokoh dan dapat menimbulkan suasana yang tepat., misalnya adegan seram, adegan cinta, maupun adegan harapan.

F.  Sudut pandang
Merupakan pandangan pengarang untuk melihat suatu kejadian cerita. sudut pandang dapat dibagi menjadi 2, yaitu:
·         Sudut pandang orang pertama pelaku utama
a.    Tunggal: aku, saya.
b.    Jamak: kami, kita.
·         Sudut pandang orang ketiga pelaku utama
a.    Tunggal: dia, nama orang.
b.    Jamak: mereka, nama mereka.



G.  Amanat
Merupakan pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang terhadap pembaca melalui karyanya, yang akan disimpan rapi dan disembunyikan pengarang dalam keseluruhan cerita.
2.  UNSUR EKSTRINSIK
Merupakan unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi suatu karya sastra, meliputi:
A.  Latar belakang pengarang
Merupakan alasan mengapa suatu karya sastra tersebut dibuat.
B.  Psikologi
Merupakan perasaan pengarang yang dituangkan dalam suatu karya sastra.
C.  Aliran yang dianut pengarang
Merupakan jenis cerita yang dipilih pengarang untuk menciptakan suatu karya sastra.










BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Seluruh karya sastra pasti tersusun dari beberapa unsur; yaitu yang kita kenal dengan unsur intrinsik maupun unsur ekstrinsik. Jika suatu karya sastra tidak memiliki unsur-unsur tersebut belum dapat dikatakan karya sastra yang sempurna.
2. Unsur - unsur karya sastra meliputi:
* Unsur Intrinsik
    Merupakan unsur yang memebangun suatu karya sastra yang berasal dari dalam meliputi: tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, gaya bahasa dan amanat.
    * Unsur Ekstrinsik
    Merupakan unsur-unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi suatu karya sastra yang meliputi : latar belakang pengarang, psikologi dan aliran yang dianut penulis.

3.2 Saran
          Sebagai pelajar yang sering mambaca berbagai karya sastra, hendaknya kita dapat mengetahui unsur – unsur pembangunannya. Sehingga kita dapat lebih berfikir kritis dalam menentukan unsur-unsur karya sastra tersebut. Jika kita dapat menentukan unsur-unsur karya sastra, maka kita akan lebih mudah dalam membuat suatu karya sastra. Salah satunya adalah cerpen. Jika kita dapat mengetahui unsur-unsur pembangun cerpen, maka kita akan lebih mudah untuk mengarangnya.














Tidak ada komentar:

Poskan Komentar